Senin, 05 Desember 2011

laporan pkl teknik mekanik otomotif

TUNE-UP SEPEDA MOTOR
HONDA 4-TAK
CV. MANSYUR MOTOR
Jl. Abdul Gani No.16 Cilodong Depok


Laporan Praktik Kerja Industri
Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat
Mengikuti Uji Kompetensi dan Ujian Nasional
2010-2011


Disusun Oleh :
                   1. Rahmat Rudiyana               NIS 1008002633
                   2. Rizky Fitriyawan                 NIS 1008002635




PROGRAM KEAHLIAN MEKANIK OTOMOTIF
KELOMPOK
SMK NEGERI 1 CIBINONG
Jl. Karadenan No. 7 Telp (0251) 663846
Cibinong Bogor
Tahun 2010



Lembar Pengesahan Dari
Pembimbing Penulisan Laporan








Laporan praktik kerja industri telah diperiksa dan disahkan pada :
Hari                            tanggal                                    2010













Pembimbing Teknis                                         Pembimbing Non Teknis



…………….


Lembar Pengesahan Dari
Dunia Usaha / Dunia Industri / Instansi







Laporan praktik kerja industri telah diperiksa dan disahkan pada :
Hari                            tanggal                                    2010


Mengetahui

Pembimbing 1                         Pembimbing 2                         Pembimbing 3



……………..


Menyetujui

Pemimpin Perusahaan                                                 Kepala Bengkel



……………….



Lembar Pengesahan Dari Sekolah







Laporan praktik kerja industri telah diperiksa dan disahkan pada :
Hari                            tanggal                                    2010






















KATA PENGANTAR

Kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan rahmat dan hidayatnya kami dapat menyelesaikan pelaksanaan praktik kerja industri di CV. Mansyur Motor yang dilaksanakan selama dua bulan.
Dengan selesainya Prakerin ini, kami pun harus membuat laporan yang telah kami selesaikan. Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penulisan laporan ini, untuk itu kami mohon maaf atas kekurangan tersebut, dan juga kami menyadari tanpa bantuan dari berbagai pihik, kami tidak mungkin menyelesaikan laporan ini.
Kami ingin mngucapkan rasa terima kasih kepada pihak yang telah membantu dalam penulisan laporan ini. Terutama kepada yang terhormat :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

                      Akhir kata kami berharap agar laporan ini dapat bermanfaat dalam membantu pembelajaran di sekolah. Kritik dan saran dari pembimbing maupun pembaca, kami ucapkan terima kasih.




                                                                        Cibinong,      September 2010


                                                                                    Penulis

BAB 1
PENDAHULUAN


1.1. Latar Belakang
            Judul laporan yang kami ambil adalah Tune Up sepeda motor 4 tak yang disesuaikan dengan jenis / bidang pekerjaan di CV Mansyur Motor yaitu service (perawatan / perbaikan) dan penjualan spare part (suku cadang).
            Adapun laporan ini kami buat setelah menyelesaikan prakerin di CV Mansyur Motor yang merupakan salah satu program sekolah dalam melaksanakan kebijakan yang dikeluarkan oleh DEPDIKNAS, yaitu melaksanakan prakerin bagi tingkat II tahun ajaran 2008/2009.

1.2. Batasan Pembahasan
            Kegiatan yang kami lakukan adalah hanya menservice kendaraan sepeda motor, selain dari itu kami pun darus menjaga etika baik kepada pimpinan perusahaan, mekanik-mekanik, dan juga masyarakat agar mempunyai kesan sopan santun. Oleh karena itu laporan yang kami selesaikan hanya membahas tentang cara-cara menservice dan mendeskripsikan komponen-komponen yang ada di sepeda motor.

1.3. Tujuan Penulisan
            Praktik kerja industri adalah salah satu syarat guna mengikuti Ujian Nasional / Uji Kompetensi. Bagi setiap siswa kejuruan yang akan melaksanakannya. Setelah selesai prakerin setiap siswa harus membuat laporan yang harus diserahkan kepada sekolah sebagai bukti siswa siswa tersebut telah benar-benar melaksanakan PRAKERIN.
Adapun maksud dan tujuan dari penulisan laporan ini adalah sebagai berikut :
  1. Untuk memenuhi persyaratan guna mengikuti Uji Kompetensi dan Ujian Nasional di SMKN 1 Cibinong tahun diklat 2010/2011.
  2. Agar siswa dapat melatih diri dalam pemecahan masalah yang berbentuk karya tulis.
  3. Agar dapat memahami bagaimana menjadi mekanik yang baik.

1.4. Metode Penulisan
Dalam pengumpulan data untuk menyelesaikan laporan ini diadakan langkah-langkah atau metode pengumpulan data yaitu sebagai berikut :
  1. Mengadakan Observasi
Mengetahui secara langsung dengan melakukan peninjauan atau kunjungan pada instansi yang bersangkutan dan kegunaan Praktik Kerja Industri tersebut berjalan lancar.
  1. Mengadakan Interview
Mengadakan tanya jawab kepada pembimbing serta para staf yang memberikan keterangan pada kami didalam kegiatan tersebut dan juga memudahkan kami dalam menyusun karya tulis ini.
3.   Membuat Catatan Khusus
Mencatat keterangan (informasi) dalam hal perotomotifan yang sesuai dengan jurusan yang mereka pilih.
4.   Tinjauan Perpustakaan
Mencari bahan-bahan untuk pembuatan karya tulis ini sebagai contoh laporan dan buku tentang otomotif. Agar sesuai dengan penulisan baik dari segi bahasa ataupun kerangka kerja.









1.5. Sistematika Penulisan Laporan
          Sistematika penulisan laporan yang kami susun berdasarkan pada uraian yang telah kami susun sebagai berikut :
BAB 1             Menguraikan / mengambil data sebagai beberapa kesimpulan dan pembahasan pada buku pedoman seperti tujuan PRAKERIN, bahasan-bahasan atau metode-metode penelitian.
BAB 2             Menguraikan tinjauan tentang perusahaan yang ditempati selama PRAKERIN, sejarah perusahaan, struktur organisasi dll.
BAB 3             Menguraikan tentang pembahasan kegiatan selama praktikum, proses produksi dan keselamatan kerja.
BAB 4             Pada bab terakhir adalah membuat kesimpulan yang telah disusun, saran-saran serta kritik yang baik bagi penulis.




















BAB 2
DESKRIPSI PERUSAHAAN

2.1. Sejarah Perusahaan
            CV Mansyur Motor didirikan di kota Depok tepatnya di Jl. H Asbdul Gani No. 16. Perusahaan tersebut sama seperti perusahaan dealer lainnya yaitu menjual dan memperbaiki sepeda motor. CV Mansyur Motor mendirikan bengkel dengan lisensi dari PT. ASTRA. Fasilitas-fasilitas yang disediakan untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang datang ke perusahaan tersebut antara lain :
  1. H1 (Penjualan)
  2. H2 (Service / perbaikan dan perawatan)
  3. H3 (Spare Parts / suku cadang)
Dengan semakin bertambahnya tahun, perusahaan tersebut telah berkembang dengan banyaknya konsumen yang datang untuk menservice dan membeli sepeda motor.

2.2. Jenis / Bidang Usaha Perusahaan
          Jenis usaha di CV Mansyur Motor adalah penjualan sepeda motor bermerk Honda, service dan penjualan suku cadang. Dealer Honda dimanapun baik itu CV Mansyur Motor atau yang lainnya hanya mengkhususkan dalam menservice kendaraan bermerk Honda saja.
            Selain itu CV Mansyur Motor mengadakan service gratis selama 4 bulan. Dalam penjualan sepeda motor, CV Mansyur Motor memberikan kredit dengan terlebih dahulu membayar uang muka.







2.3. Struktur Organisasi Perusahaan































BAB 3
PEMBAHASAN

3.1. Produksi / Proses Produksi
          CV Mansyur Motor tidak memproduksi suatu barang, melainkan hanya menjual produksi hasil yang telah diciptakan oleh perusahaan besar bermerk Honda. Pemasok untuk CV Mansyur Motor yaitu PT. ASTRA INTERNASIONAL. Jenis-jenisnya antara lain :
  1. Sepeda Motor
  2. Spare Part
Apabila dalam melakukan perbaikan, ada kerusakan yang di rasa cukup parah seperti as shokbreker yang bengkok, maka harus di frais. Karena di bengkel CV Mansyur Motor tidak dilengkapi dengan mesin frais, maka kerusakan tersebut harus dibawa kebengkel yang khusus memfrais.

3.2. Keselamatan Kerja
            Keselamatan kerja merupakan faktor terpenting dalam segala pekerjaan, apabila diabaikan maka kita bisa terkena musibah. Keselamatan kerja yang harus ditaati oleh mekanik diantaranya :
  1. Memakai pakaian kerja (wear pack)
  2. Memakai sepatu khusus bengkel
  3. Memahami cara kerja
  4. Rambut tidak boleh panjang
  5. Menataati tata tertib didalam bengkel
  6. Disiplin .waktu kerja, istirahat, dan waktu pulang






            Prinsip Dasar Kerja Mesin Motor

            Sistem kerja yang baik pada sebuah mesin kendaraan sangat ditentukan oleh beberapa faktor. Demikian pula pada mesin sepeda motor. Berikut ini adalah beberapa hal yang harus dilakukan gara mesin kendaraan sepeda motor dapat bekerja dengan baik.
  1. Menghisap bahan bakar ( campuran udara dan bahan bakar yang ideal ) masuk ke dalam ruang bakar.
  2. Menaikkan tekanan gas campuran bahan bakar dan udara agar diperoleh tekanan hasil pembakaran yang cukup tinggi.
  3. Meneruskan gaya tekan hasil pembakaran sehingga dapat digunakan sebagai tenaga penggerak.
  4. Membuang gas hasil pembakaran keluar dari ruang pembakaran.
Pada sepeda motor tenaga didapat dari hasil pembakaran campuran bahan
bakar dan udara di dalam suatu ruang bakar yang kemudian akan menimbulkan panas. Panas inilah yang kemudian dimanfaatkan menjadi tenaga gerak.

a.      Prinsip Kerja Mesin 4 Langkah

Langkah Isap
·         Torak dari TMA ke TMB.
·         Katup masuk terbuka dan katup buang tertutup.
·         Capuran udara dan bahan bakar diisap masuk ke dalam silinder.
·         Saat torak berada di TMB katup masuki akan tertutup.
Langkah Kompresi
·         Torak bergerak dari TMB ke TMA
·         Katup masuk dan katup buang tertutup sehingga gas yang diisap tadi tidak dapat keluar pada waktu ditekan oleh torak yang mengakibatkan tekanan gas akan naik sambil mengeluarkan panas.
·         Beberapa saat sebelum torak mencapai TMA busi mengeluarkan percikan bunga api listrik.
·         Akibat pembakaran tersebut tekanan akan naik menjadi kira-kira tiga kali lipat.

Langkah Kerja
·         Saat ini kedua katup masih dalam keadaan tertutup.
·         Gas yang terbakar tadi dengan temperatur dan tekanan yang tinggi akan mengembang kemudian menekan dan memaksa torak turun dari TMA ke TMB.
·         Saat inilah pertama kali tenaga poros ( kalori ) diubah menjadi tenaga gerak atau mekanis. Tenaga ini disalurkan melalui batang penggerak, selanjutnya oleh poros engkol diubah menjadi gerak berputar.
Langkah Buang
·         Katup buang terbuka dan katup masuk tertutup.
·         Torak bergerak dari TMB ke TMA.
·         Gas-gas sisa pembakaran terdorong keluar oleh torak melalui katup buang menuju saluran buang kemudian ke udara bebas.
Hal ini akan berlangsung berulang-ulang selama mesin bekerja.

b.      Prinsip Kerja Mesin 2 Langkah

Langkah Pengisapan
·         Torak bergerak dari TMA ke TMB.
·         Pada saat saluran bilas masih tertutup oleh torak, didalam bak mesin terjadi kompresi terhadap campuran bahan bakar dan udara.
·         Di atas torak, gas sisa pembakaran dari hasil pembakaran sebelumnya sudah mulai terbuang ke luar melalui saluran buang.
·         Saat saluran bilas sudah terbuka, campuran udara dan bahan bakar mengalir melalui saluran bilas terus masuk ke dalam ruang bakar.
Langkah Kompresi
·         Torak bergerak dari TMB ke TMA.
·         Rongga bilas dan rongga buang tertutup, terjadi langkah kompresi dan setelah mencapai tekanan tinggi, busi meletikkan bunga api listrik untuk membakar campuran udara dan bahan bakar.
·         Pada saat yang bersamaan, dibawah ( di dalam bak mesin ) campuran bahan bakar dan udara yang baru masuk ke dalam bak mesin melalui saluran masuk.
Langkah Kerja
·         Torak kembali dari TMA ke TMB akibat tekanan besar yang terjadi pada waktu pembakaran.
·         Saat itu torak turun sambil mengkompresi campuran bahan bakar dan udara baru di dalam bak mesin.
Langkah Buang
·         Menjelang torak mencapai TMB, saluran buang terbuka dan gas sisa pembakaran mengalir terbuang ke luar.
·         Pada saat yang sama campuran udara dan bahan bakar yang baru masuk ke dalam ruang bakar melalui rongga bilas.
·         Setelah mencapai TMB kembali torak menuju TMA untuk mengadakan langkah sebagai pengulangan dari yang dijelaskan diatas.










3.4. Definisi, Fungsi, dan Nama komponen
3.4.1. Bagian Penting Mesin Sepeda Motor
1.      Silinder.
Silinder adalah tempat pembakaran campuran udara dan bahan bakar untuk nmendapatkan tekanan dan temperatur yang tinggi. Sepeda motor yang menggunakan sistem pendinginan udara, pada bagian luar silinder terdapat sirip-sirip untuk mempertinggi efisiensi pendinginan.
2.      Kepala Silinder.
Sebagai tempat mekanisme katup, camshaft, busi.
3.      Bak Mesin.
Bak mesin merupakan tempat silinder, poros engkol, dan gigi transmisi. Bak mesin juga tempat minyak pelumas sekaligus juga sebagai pendingin minyak pelumas di dalam sirkulasinya.
4.      Torak.
Torak atau piston terbuat dari bahan aluminium paduan yang mempunyai sifat :
ü  Ringan
ü  Penghantar panas yang baik
ü  Pemuaian kecil
ü  Tahan terhadap keausan akibat gesekan
ü  Kekuatan yang tinggi terutama pada temperatur tinggi.
5.      Cincin Torak.
Fungsi cincin torak adalah untuk mempertahankan kerapatan antara torak dengan dinding silinder agar tidak ada kebocoran gas dari ruang bakar ke dalam bak mesin, membntu pengontrolan lapisan minyak pelumas di dinding silinder.
6.      Pena Torak.
Berfungsi untuk mengikat torak terhadap batang penggerak, sebagai pemindah tenaga dari torak ke batang penggerak agar gerak bolak balik dari torak dapat diubah menjadi gerak berputar pada poros engkol.
7.      Batang Penggerak.
Adalah batang yang menghubungkan torak dengan poros engkol atau biasa disebut setang seher.
8.      Poros Engkol.
Jenis poros engkol yang dipergunakan pada mesin sepeda motor adalah :
ü  Jenis ” biult up ” dipergunakan pada motor jenis kecil yang mempunyai silinder satu atau dua.
ü  Jenis ” one piece ” dipergunakan pada motor jenis besar yang memiliki jumlah silinder banyak.
9.      Roda gaya atau roda penerus.
Pada mesin sepeda motor berfungsi sebagai rotor generator.
10.  Katup.
Bagian-bagian dari unit katup terdiri dari katup masuk dan katup buang, penghantar katup, pegas katup bagian luar, pegas katup bagian dalam,penahan, penutup celah, dan ring dudukan pegas katup.
Beberapa sistem penggerakan katup :
ü  Sistem pergerakan katup langsung.
ü  Sistem pergerakan katup yang menggunakan batang penumbuk dan pelatuk katup.
ü  Sistem over head camshaft dengan poros cam terletak di kepala silinder.
ü  Sistem double over head camshaft dengan dua poros cam terletak di kepala silinder.
3.4.2. Sistem Bahan Bakar
            Fungsi karburator adalah mencampur perbandingan udara dan bahan bakar dalam perbandingan yang tepat pada setiap tingkat putaran mesin, memasukkan campuran udara dan bahan bakar ke dalam ruang bakar. Campuran bahan bakar yang ideal adalah 1:15, yaitu 1 bahan bakar dan 15 udara. Idealnya karburator harus mempertahankan komposisi campurannya tetap 1:15. Nama komponen yang ada di karburator serta fungsi:
  1. Katup gas ( throttle valve ).
Untuk mengatur jumlah campuran bensin dengan udara yang akan dimasukkan kedalam ruang bakar. Bentuk coakan pada bagian bawah katup gas yang mengarah lubang pemasukkan udara saat posisi menutup akan berfungsi sebagai penutup saluran udara.
  1. Jarum ( jet needle ).
Untuk mengatur jumlah campuran bensin dengan udara yang mengalir melalui saluran penyiram (spuyer) pada saat dari ¼ - ¾ pembukaan katup.
  1. Penyiram stasioner ( slow jet ).
Mengatur jumlah bensin yang digunakan pada waktu putaran stasioner  ( langsam/stabil )
  1. Penyiram utama ( main jet ).
Mengatur jumlah bensin yang digunakanpada waktu engine dalam putaran tinggi.
  1. Cuk ( choke ).
Untuk menutup saluran udara agar terjadi percampuran kaya dengan sementara apabila menghidupkan sendaraan pada waktu mesin dan cuaca dalam keadaan dingin.
  1. Ruang pelampung.
Sebagai tempat menampung sementara bahan bakar yang akan dikabutkan.
  1. Pelampung.
Untuk mempertahankan tinggi permukaan bahan bakar di dalam ruang pelampung agar selalu tetap dan tepat.
  1. Sekrup penyetel udara.
Untuk mengatur jumlah udara yang akan bercampur dengan bahan bakar.
  1. Sekrup penyetel gas.
Untuk mengatur posisi pembukaan katup gas pada dudukan terendah untuk menentukan putaran stasioner.




 















3.4.3. Saringan Udara
            Saringan udara berfungsi untuk memisahkan kotoran dari udara, sehingga udara yang masuk ke karburator dan ruang bakar benar-benar bersih. Kotoran atau debu dapat mempercepat tingkat keausan piston dan dinding silinder. Serta komponen-komponen yang lainnya, seperti poros engkol, mekanisme katup, bushing, dll.








 






















3.4.4. Busi
            Busi adalah alat yang dipergunakan untuk meloncatkan bunga api listrik dalam silinder ruang bakar, bunga api listrik ini diloncatkan dengan perbedaan tegangan 10.000 volt diantara kedua kutub elektrodadari busi. Karena busi mengalami tekanan temperature tinggi dan getaran yang keras sekali, maka busi dibuat dari bahan-bahan yang mampu dikonsdisikan dalam tekanan temperature tinggi dan getaran yang keras sekali.

3.4.5. Sistem Pendinginan
            1. Sistem pendinginan udara, yaitu pendinginan alami dengan bantuan sirip-sirip yang terdapat pada silinder.
            2. Sistem pendinginan air, yaitu dengan menggunakan sistem radiator dimana air masuk ke dalam lubang khusus yang berada di dalam silinder.
            Dan manyak pelumas di dalam silinder juga berfungsi sebagai pendingin.

3.4.6. Sistem Pelumasan
            Seluruh komponen yang bergerak di dalam suatu motor bakar selalu mengalami pergesekan. Oleh karena itu, diperlukan minyakl pelumas didalam setiap motor bakar. Jika sistem pelumasan tidak diperhatikan akan mengakibatkan hal-hal buruk seperti :
  1. komponen yang bergesekan akan lebih cepat aus.
  2. timbulnya panas yang berlebihan.
  3. tenaga mesin berkurang.
  4. timbul karat atau korosi.
  5. umur pemakaian lebih cepat berkurang.
3.5. Tune Up Sepeda Motor 4 tak
          Dalam praktek sepeda motor ada beberapa komponen yang harus dibersihkan dan distel ulang, yaitu :
3.5.1. Membersihkan karburator
  1. Kosongkan bensin dari karburator dengan mengendurkan sekrup pembuangan.
  2. Lepaskan tutup atas karburator, selang-selang dan saluran penghubung.
  3. Lepaskan karburator dari saluran intake.
  4. Bersihkan bagian luar pelampung dan karburator dengan bensin dan udara bertekanan.
  5. Keluarkan pelampung, katup pelampung, dengan cara menarik pena lengan pelampung.
  6. Keluarkan main jet dan slow jet, kemudian bersihkan semua saluran jet dan bagian yang dilepas dengan udara bertekanan, bila terdapat kerak atau kotoran pada bagian luar main jet dan slow jet harus dibersihkan sampai kerak bersih.
  7. Periksa paking-paking, kalau ada yang cacat harus diganti.
  8. Pasang kembali bagian-bagian karburator dengan cara kebalikan dari cara melepasnya.
  9. Pasang karburator atau saluran penghubung dan selang-selang.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam melepas karburator
  1. Lepaskan main jet, jarum holder dan jarum skep.
  2. Lepaskan slow jet.
  3. Lepaskan sekrup penyetel pembukaan skep dan pegas.
  4. Lepaskan sekrup udara, pegas, cincin, dan cincin bulat.
  5. Sebelum melepaskan sekrup udara, catatlah jumlah putaran sampai sekrup menyentuh batas pemasukannya kemudian lepaskan sekrup udara.
  6. Bersihkan saluran-saluran didalam badan karburator dengan udara bertekanan.
  7. Periksa bagian-bagian terhadap keausan atau kerusakan dan gantikan badan karburator bila perlukan.
  8. Pada saat membersihkan lubang-lubang pada karburator dengan udara
bertekanan jangan sampai dudukan main jet hilang, karena bila main jet di pasang tanpa dudukannya mesin tidak bisa berputar stasioner.
3.5.2. Membersihkan udara
  1. Keluarkan bagian saringan udara dari dalam kotak saringan.
  2. Periksasaringan udara, bila kotor sekali atau sobek, maka harus diganti dengan yang baru.
  3. Semprot saringan udara dengan udara bertekanan tinggi, jangan sekali-sekali menyemprot saringan udara pada kendaraan-kendaraan tertentu, karena itu akan menimbulkan kerusakan.
  4. Bila saringan udara tipe kering, cukup dibersihkan dengan udara bertekanan, jangan sampai terkena bensin atau oli.
  5. Setelah bersih, pasang kembali saringan udara pada kotak saringan.
3.5.3. Mengganti oli motor
  1. Standarkan sepeda motor dengan posisi mendatar.
  2. Letakkan bak penampung oli dibawah mesin, kemudian kendurkan dan lepaskan baut pembuangan oli.
  3. Buka tutup lubang pengisi oli.
  4. Semprot saluran pengisi oli dengan udara bertekanan tinggi agar oli sisa dapat turun dan terbuang habis.
  5. Buang oli pada drum khusus pembuangan oli, jangan membuang oli bekas ditanah, selokan, dan sungai. Periksa paking baut pembuangan oli jika sudah aus atau cacat harus diganti. Kemudian pasang dan kencangkan baut sesuai momen.
  6. Masukkan minyak pelumas atau oli yang baru kedalam mesin dengan yang sesuai dan kalau tidak ada ukurlah jumlah oli dengan melihat pada tangki pengukur oli sehingga pada bagian teratas.

3.5.4. Memeriksa saringan bahan bakar
  1. Saringan bahn bakar terletak antara tangki dengan karburator, bisa juga terpasang pada keran bahan bakar Lepas saringan bahan bakar dengan membuka baut penutup saringan atau keran
  2. Semprot bagian dalam saringan dengan udara bertekanan tinggi dan periksalah kerusakan yang ada, jika ada kerusakan, maka gantilah dengan yang baru.
  3. Pasang kembali saringan, paking-paking para rumah saringan. Paking harus diganti setiap kali penutup saringan dibuka.
3.5.5. Membersihkan busi
  1. Bukalah kabel tutup busi, lepaskan busi dari kedudukanya menggunakan kunci busi.
  2. Bersihkan tempat pemasangan busi dari kotoran.
  3. Jangan membersihkan busi dengan cara mencelupkan di bensin karena dapat memperpendek umur busi.
  4. Buanglah endapan karbonnya dengan amplas atau sikat kawat
  5. Sebelum dipasang aturlah celah elektrodanya dengan ukuran antara 0,7-0,8 mm.
  6. Pada saat pemasangan jangan langsung memasang menggunakan kunci busi, pasang dengan tangan terlebih dahulu untuk memastikan tepat pada dratnya setelah itu gunakan kunci busi untuk mengencangkan.
3.5.6. Penyetelan Katup
  1. Lepaskan tutup mesin sebelah kiri.
  2. Lepas kedua tutup lubang pemeriksaan katup.
  3. Putar puli searah dengan arah jarum jam, dan tempatkan piston pada posisi ”top”.
  4. Pasang kembali tutup mesin sebelah kiri.
  5. Periksa kedua katup, apabila dalam keadaan bebas, berarti motor dalam keadaan siap untuk disetel celah katup.
  6. Kendurkan mur pengikat dan baut penyetelan katup.
  7. Masukkan feller pada celah katup .
  8. Setel celah katup sesuai dengan standar yang ditentukan oleh pabrik dengan cara memutar sekrup penyetel sampai terasa tahanan pada feller.
  9. Kencangkan mur pengikat dan tahan skrup penyetel.
  10. Pasang kembali tutup penyetelan katup.
a.     Trouble Shooting yang sering terjadi.
  1. Mesin sulit dihidupkan.
    1. Periksa aliran bahan bakar ke dalam karburator.
ü  Aliran bensin tersumbat.
ü  Pipa bahan bakar tersumbat atau rusak.
    1. Periksa pancaran api dalam busi.
ü  Periksa umur busi
ü  Periksa percikan api busi
ü  Periksa busi kotor atau tidak
ü  Kerenggangan celah busi tidak benar
ü  Pelampung karburator tidak benar sehingga busi basah.
    1. Periksa apakah kompresi mesin cukup sempurna.
ü  Silinder dan ring torak aus
ü  Ring torak macet dalam torak
ü  Gasket kepala silinder aus
ü  Gasket silinder aus
ü  Torak aus
ü  Kekencangan busi tidak sempurna
  1. Sepeda motor sangat bergetar.
    1. Kemungkinan sebab kerusakan
ü  Tekanan ban terlalu tinggi
ü  Peredam kejut rusak
    1. Cara mengatasi
ü  Periksa tekanan ban, jika terlalu tinggi, kurangi tekanan sampai kondisi standar yang dianjurkan.
ü  Periksa kondisi sok breaker apakah masih dalam keadaan baik, bila sudah buruk sebaiknya ganti.

  1. Lampu rem tidak menyala.
    1. Kemungkinan sebab kerusakan
ü  Bohlam putus
ü  Sekring putus
ü  Switch rem rusak atau perlu distel
    1. Cara mengatasi
ü  periksa bohlam, bila putus ganti
ü  lepaskan sekring dan periksa, bila putus gantidenagn kapasitas yang sama
ü  periksa switch, bila dalam keadaan baik stel dengan cara memutar mur penyetel sampai lampu rem menyala.
  1. Gas buang tidak normal.
a.       Gas buang berwarna hitam
Penyebab:
ü  campuran bahan bakar terlalu kaya
ü  saringan udara kotor
ü  katup cuk aktif
Cara mengatasi:
ü  stel kembali campuran bahan bakar sampai ideal
ü  bersihkan sarinagn udara
ü  periksa cuk, bila rusak perbaiki
b.      Gas buang berwarna putih
Penyebab :
ü  Terbakarnya oli
Cara mengatasi :
ü  Periksa silinder apakah sudah aus, jika sudah segera oversize dan lakukan penggantian torak beserta ring torak
ü  Periksa bushing atau sil katup, bila sudah aus segera ganti.
  1. Konsumsi bahan bakar berlebihan.
Penyebab :
ü  Permukaan bensin di ruang pelampung terlalu tinggi
ü  Saringan udara kotor
ü  Penyetelan kecepatan rendah tidak benar
ü  Waktu pengapian tidak tepat
ü  Tekanan kompresi mesin rendah
ü  Sistem penggerak katup salah
ü  Saluran gas buang( muffler ) tersumbat
ü  Kopling selip
ü  Rem menahan
ü  Cara berkendara yang salah
Cara mengatasi:
ü  Stel posisi pelampung bensin
ü  Bersihkan saringan udara
ü  Stel kembali stasioner karburator
ü  Stel ulang katup
ü  Baersihkan muffler
ü  Stel ulang kopling
ü  Stel jarak bebas rem
ü  Perbaiki cara berkendara
BAB 4
PENUTUP

4.1. Kesimpulan
Setelah kami melaksanakan kegiatan PRAKERIN di perusahaan CV Mansyur Motor selama 2 bulan, kami dapat belajar bagaimana menjadi mekanik yang baik.
  1. Kami telah melaksanakan program yang dibuat oleh pemerintah melalui sekolah
  2. Kami dapat mengambil ilmu yang bermanfaat untuk bekal menghadapi perkembangan teknologi khususnya dunia otomotif
  3. CV Mansyur Motor dibawah naungan instansi swasta, sudah dapat membantu pemerintah dalam rangka program sistem ganda (PSG)
  4. CV Mansyur Motor merupakan sarana belajar bagi siswa yang melaksanakan praktik kerja industri (PRAKERIN)

4.2. Saran-Saran
Setelah kami melaksanakan kegiatan PRAKERIN, serta dengan selesainya laporan ini, maka perkenankanlah kami memberikan saran-saran yang mudah-mudahan dapat membantu.
1. Saran Untuk Sekolah
            Dalam hal ini sekolah sudah dapat melaksanakan program kerja ganda dengan cara menyediakan sarana bagi siswa untuk melaksanakan PRAKERIN. Maka sekolah harus menjalin hubungan yang lebih baik lagi dengan perusahaan.
2. Saran Untuk Industri
            Perusahaan sudah dapat membantu pemerintah dalam memajukan pendidikan dengan cara menerima peserta diklat untuk melaksaakan PREKERIN. Lebih baik lagi perusahaan dapat menyediakan sarana bagi peserta PRAKERIN, seperti makan dan uang pengganti ongkos.



DAFTAR PUSTAKA

v  Situmorang, Anggiat. 1998. Motor Otomotif. Bandung : Angkasa
v  Daryanto, Drs. 2004. Teknik Sepeda Motor. Bandung : CV. Yarma Widya
v  Buku Pedoman Reparasi Honda. 1998. Jakarta : PT. ASTRA INTERNASIONAL

Tidak ada komentar:

Posting Komentar